AGAMA
TENTANG PENGERTIAN AGAMA
PENGERTIAN AGAMA MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
sistem ata prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa
atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang
bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Kata “agama”
berasal dari bahasa sanksekerta agama berarti “tradisi”. Sedangkan kata lain
untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa latin
religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti “mengikat kembali”. Maksudnya
dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
1 . Dalam bahsa Sanksekerta
1. kata “agama” berasal dari bahasa
Sanksekerta yang berarti “tradisi”.
2. Dalam bahasa Sanksekerta artinya
Tidak bergerak (Arthut Mac Donnell).
3. Agama itu kata bahasa sankskerta
(yaitu bahasa agama Brahma pertama yang berkitab Vedai) ialah peraturan menurut
konsep Veda (Dr. Muhammad Ghalib).
2.
Dalam bahasa Latin
1. Agama itu hubungan antara manusia
dengan manusia super (Servius)
2. Agama itu pengakuan dan pemuliaan
kepada Tuhan (J.Kramers Jz)
3. Dalam bahasa Eropa
1. Agama itu sesuatu yang tidak
dapat dicapai hanya dengan tenaga akal dan pendidikan saja (Mc. Muller dan
Herbert Spencer)
2. Agama itu kepercayaan kepada
adanya kekuasaan mengatur yang bersifat luar biasa, yang pencipta dan
pengendali dunia, serta yang telah memberikan kodrat ruhani kepada manusia yang
berkelanjutan sampai sesudah manusia mati. (A.S. Hornby, E.V Gatenby dan
Wakefield)
4. Dalam bahasa Indonesia
1. Agama itu hubungan manusia Yang
Maha Suci yang dinyatakan dalam bentuk suci pula dan sikap hidup berdasarkan
doktrin tertentu (Drs. Sidi Gazalba).
2. Agama adalah sistem atau prinsip
kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya
dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan
kepercayaan tersebut (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1997)
5. Dalam bahasa Arab
1. Agama dalam bahasa arab ialah
din, yang artinya :
* taat
* takut dan setia
* paksaan
* tekanan
* penghambaan
* perendahan diri
* pemerintahan
* kekuasaan
* siasat
* balasan
* adat
* pengalaman hidup
* perhitungan amal
* hujan yang tidak tetap turunnya
* dll
2. Sinonim kata din dalam bahasa
arab ialah milah. Bedanya, milah lebih memberikan titik berat pada ketetapan,
aturan, hukum, tata tertib, atau doktrin dari din itu.
Fungsi
Agama Kepada Manusia
Dari segi pragmatisme, seseorang itu
menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang,
agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains
sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang dihuraikan di
bawah:
- Memberi pandangan dunia kepada satu-satu
budaya manusia.
Agama dikatankan memberi pandangan dunia
kepada manusia kerana ia sentiasanya memberi penerangan mengenai dunia(sebagai
satu keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. Penerangan bagi
pekara ini sebenarnya sukar dicapai melalui inderia manusia, melainkan sedikit
penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya
bahawa dunia adalah ciptaan Allah SWTdan setiap manusia harus menaati Allah SWT
-Menjawab pelbagai soalan yang tidak
mampu dijawab oleh manusia.
Sesetangah soalan yang sentiasa ditanya
oleh manusia merupakan soalan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri.
Contohnya soalan kehidupan selepas mati, matlamat menarik dan untuk
menjawabnya adalah perlu. Maka, agama itulah berfungsi untuk menjawab
soalan-soalan ini.
- Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu
kelompok manusia.
Agama
merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah kerana
sistem agama menimbulkan keseragaman bukan sahaja kepercayaan yang sama, malah
tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama.
– Memainkan fungsi kawanan sosial.
Kebanyakan
agama di dunia adalah menyaran kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri
sebenarnya telah menggariskan kod etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya.
Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi kawanan sosial
Fungsi Sosial Agama
Secara
sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh yang
bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative factor) dan
pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan
memecah-belah (desintegrative factor).
Pembahasan
tentang fungsi agama disini akan dibatasi pada dua hal yaitu agama sebagai
faktor integratif dan sekaligus disintegratif bagi masyarakat.
Fungsi Integratif Agama
Peranan
sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama
dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa
masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan
mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban
sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama
menjamin adanya konsensus dalam masyarakat.
Fungsi
Disintegratif Agama.
Meskipun agama memiliki peranan sebagai
kekuatan yang mempersatukan, mengikat, dan memelihara eksistensi suatu
masyarakat, pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan sebagai
kekuatan yang mencerai-beraikan, memecah-belah bahkan menghancurkan eksistensi
suatu masyarakat. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya agama dalam
mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali mengabaikan bahkan menyalahkan
eksistensi pemeluk agama lain.
Ruang lingkup agama
Secara garis besar ruang lingkup agama mencakup :
a. Hubungan manusia dengan tuhannya
Hubungan dengan tuhan disebut ibadah. Ibadah bertujuan untuk mendekatkan diri manusia kepada tuhannya.
b. Hubungan manusia dengan manusia
Agama memiliki konsep-konsep dasar mengenai kekeluargaan dan kemasyarakatan. Konsep dasar tersebut memberikan gambaran tentang ajaran-ajaran agama mengenai hubungan manusia dengan manusia atau disebut pula sebagai ajaran kemasyarakatan. Sebagai contoh setiap ajaran agama mengajarkan tolong-menolong terhadap sesama manusia.
c. Hubungan manusia dengan makhluk lainnya atau lingkungannya.
Di setiap ajaran agama diajarkan bahwa manusia selalu menjaga keharmonisan antara makluk hidup dengan lingkungan sekitar supaya manusia dapat melanjutkan kehidupannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar