KATA
PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang
Kepribadian Bangsa Timur. Semoga banyak
berguna meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima
kasih pada Ibu Auliya Ar Rahma selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang
telah memberikan tugas ini kepada saya.
Saya
sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai Kepribadian Bangsa Timur. Saya juga menyadari
sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna.
Semoga
makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan.
Jakarta,
9 maret 2015
Tomi Agasi
1A114805
LATAR
BELAKANG
Di
Bumi ini terdapat beragam suku dan bangsa. Sebuah bangsa tentu memiliki ciri
khasnya yang pasti tidak serupa dengan bangsa lain. Hal itu yang menjadi
pembeda antar bangsa. Ciri khas tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek,
dimulai dari aspek cara hidup, norma, adat, budaya, keyakinan dan lain sebagainya.
Masyarakat
yang ada di bagian timur Bumi atau yang biasa disebut sebagai “Bangsa Timur”
tentu memiliki kepribadian yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang terletak
dibelahan Bumi yang lain.
KEPRIBADIAN
BANGSA TIMUR
Kepribadian adalah
suatu pola sikap yang mencerminkan sifat atau karakter seseorang dengan
lingkungannya. Kepribadian bangsa merupakan suatu sikap yang dimiliki oleh
suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap
lingkungannya. Kepribadian bangsa timur merupakan kepribadian ynag memiliki
sifat toleransi yang tinggi pada umumnya.
Bangsa timur juga
bertutur kata lemah lembut dan sopan dalam bergaul
maupun dalam berpakaian, juga erat kaitannya dengan rasa sosialisasi dan rasa
solidaritas yang tinggi, seperti saling tolong menolong dan bergotong royong.
Menurut bangsa timur ini merupakan sikap untuk mempererat tali persaudaraan.
Bangsa timur memiliki sifat terbuka, pandai menyapa dan menghargai orang lain, orang yang lebih tua, dan tetangga, juga memuliakan tamu, dan sering bermusyawarah, karena itu bangsa timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Bangsa lain sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain.
Bangsa timur memiliki sifat malu, mendahulukan dan melayani orang lain. Melayani menumbuhkan rasa rendah hati dan kepekaan diri. Budaya malu menumbuhkan rasa tanggungjawab, perbaikan diri dan penyesalan yang mendalam.
Bangsa timur memang memilki sifat yang menyenangkan, tetapi juga memiliki sifat yang menyebabkan bangsa timur kalah maju dengan bangsa barat. Bangsa barat lebih disiplin, profesional, dan menghargai waktu, sedangkan bangsa timur lebih malas, cepat merasa nyaman, berkemauan lemah, tidak teguh pendirian, dan sulit mengatur organisasi untuk mendahulukan yang prioritas.
Sebenarnya bangsa timur merupakan bangsa yang mudah mempelajari ilmu dan kepandaian bangsa lain, tetapi sifat malas, lamban dalam mengambil keputusan,dan suka membawa masalah pribadi ke pekerjaan membuat bangsa timur tertinggal
Bangsa timur memiliki sifat terbuka, pandai menyapa dan menghargai orang lain, orang yang lebih tua, dan tetangga, juga memuliakan tamu, dan sering bermusyawarah, karena itu bangsa timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Bangsa lain sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain.
Bangsa timur memiliki sifat malu, mendahulukan dan melayani orang lain. Melayani menumbuhkan rasa rendah hati dan kepekaan diri. Budaya malu menumbuhkan rasa tanggungjawab, perbaikan diri dan penyesalan yang mendalam.
Bangsa timur memang memilki sifat yang menyenangkan, tetapi juga memiliki sifat yang menyebabkan bangsa timur kalah maju dengan bangsa barat. Bangsa barat lebih disiplin, profesional, dan menghargai waktu, sedangkan bangsa timur lebih malas, cepat merasa nyaman, berkemauan lemah, tidak teguh pendirian, dan sulit mengatur organisasi untuk mendahulukan yang prioritas.
Sebenarnya bangsa timur merupakan bangsa yang mudah mempelajari ilmu dan kepandaian bangsa lain, tetapi sifat malas, lamban dalam mengambil keputusan,dan suka membawa masalah pribadi ke pekerjaan membuat bangsa timur tertinggal
Dari tulisan ini, dapat
kita simpulkan bahwa bangsa timur memiliki kepribadian yang :
1. Toleran
2. Aktif mengungkapkan aspirasi
3. Sopan
4. Peduli
5. Peka
6. Terbuka
7. Pandai menyapa
8. Menghargai orang lain
9. Suka bermusyawarah
10. Berhati lembut
11. Sabar
12. Ramah
13. Cepat berubah suasana hati
14. Mudah mempelajari ilmu dan kepandaian bangsa lain
1. Toleran
2. Aktif mengungkapkan aspirasi
3. Sopan
4. Peduli
5. Peka
6. Terbuka
7. Pandai menyapa
8. Menghargai orang lain
9. Suka bermusyawarah
10. Berhati lembut
11. Sabar
12. Ramah
13. Cepat berubah suasana hati
14. Mudah mempelajari ilmu dan kepandaian bangsa lain
Tetapi memiliki sifat
negatif, seperti :
1. Malas
2. Cepat merasa nyaman
3. Berkemauan lemah
4. Tidak teguh pendirian
5. Lamban dalam mengambil keputusan
6. Suka membawa masalah pribadi ke pekerjaan
7. Sulit mengatur organisasi untuk mendahulukan yang prioritas
Tiap bangsa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang membuat suatu bangsa menjadi unik dan memilki khas yang membedakannya dengan bangsa lain.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN
Terdapat beberapa faktor-faktor
yang mempengaruhi kepribadian. Kepribadian tidak hanya ditentukan oleh satu
faktor tertentu, tetapi merupakan gabungan beberapa faktor. Kepribadian
meliputi segala corak perilaku dan sifat yang khas dan dapat diperkirakan pada
diri seseorang, yang digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap
rangsangan, sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan
fungsional yang khas bagi individu itu.
Menurut Purwanto (2006)
terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian antara lain:
1.
Faktor Biologis
Faktor biologis
merupakan faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau seringkali pula
disebut faktor fisiologis seperti keadaan genetik, pencernaan, pernafasaan,
peredaran darah, kelenjar-kelenjar, saraf, tinggi badan, berat badan, dan
sebagainya. Kita mengetahui bahwa keadaan jasmani setiap orang sejak dilahirkan
telah menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan. Hal ini dapat kita lihat pada
setiap bayi yang baru lahir. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat jasmani yang ada
pada setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan, dan ada pula yang
merupakan pembawaan anak/orang itu masing-masing. Keadaan fisik tersebut
memainkan peranan yang penting pada kepribadian seseorang.
2.
Faktor Sosial
Faktor sosial yang
dimaksud di sini adalah masyarakat ; yakni manusia-manusia lain disekitar
individu yang bersangkutan. Termasuk juga kedalam faktor sosial adalah
tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa, dan sebagainya
yang berlaku dimasyarakat itu. Sejak dilahirkan, anak telah mulai bergaul
dengan orang-orang disekitarnya. Dengan lingkungan yang pertama adalah
keluarga. Dalam perkembangan anak, peranan keluarga sangat penting dan
menentukan bagi pembentukan kepribadian selanjutnya. Keadaan dan suasana
keluarga yang berlainan memberikan pengaruh yang bermacam-macam pula terhadap
perkembangan kepribadian anak.
Pengaruh lingkungan
keluarga terhadap perkembangan anak sejak kecil adalah sangat mendalam dan
menentukan perkembangan pribadi anak selanjutnya. Hal ini disebabkan karena
pengaruh itu merupakan pengalaman yang pertama, pengaruh yang diterima anak
masih terbatas jumlah dan luasnya, intensitas pengaruh itu sangat tinggi karena
berlangsung terus menerus, serta umumnya pengaruh itu diterima dalam suasana
bernada emosional. Kemudian semakin besar seorang anak maka pengaruh yang
diterima dari lingkungan sosial makin besar dan meluas. Ini dapat diartikan
bahwa faktor sosial mempunyai pengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan
kepribadian.
3.
Faktor Kebudayaan
Perkembangan dan pembentukan
kepribadian pada diri masing-masing orang tidak dapat dipisahkan dari
kebudayaan masyarakat di mana seseorang itu dibesarkan. Beberapa aspek
kebudayaan yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan kepribadian
antara lain:
Ø
Nilai-nilai (Values)
Di dalam setiap
kebudayaan terdapat nilai-nilai hidup yang dijunjung tinggi oleh
manusia-manusia yang hidup dalam kebudayaan itu. Untuk dapat diterima sebagai
anggota suatu masyarakat, kita harus memiliki kepribadian yang selaras dengan
kebudayaan yang berlaku di masyarakat itu.
Ø
Adat dan Tradisi
Adat dan tradisi yang
berlaku disuatu daerah, di samping menentukan nilai-nilai yang harus ditaati
oleh anggota-anggotanya, juga menentukan pula cara-cara bertindak dan
bertingkah laku yang akan berdampak pada kepribadian seseorang.
Ø
Pengetahuan dan Keterampilan
Tinggi rendahnya
pengetahuan dan keterampilan seseorang atau suatu masyarakat mencerminkan pula
tinggi rendahnya kebudayaan masyarakat itu. Makin tinggi kebudayaan suatu
masyarakat makin berkembang pula sikap hidup dan cara-cara kehidupannya.
Ø
Bahasa
Di samping
faktor-faktor kebudayaan yang telah diuraikan di atas, bahasa merupakan salah
satu faktor yang turut menentukan cirri-ciri khas dari suatu kebudayaan. Betapa
erat hubungan bahasa dengan kepribadian manusia yang memiliki bahasa itu.
Karena bahasa merupakan alat komunikasi dan alat berpikir yang dapat menunukkan
bagaimana seseorang itu bersikap, bertindak dan bereaksi serta bergaul dengan
orang lain.
Ø
Milik Kebendaan (material possessions)
Semakin maju kebudayaan
suatu masyarakat/bangsa, makin maju dan modern pula alat-alat yang dipergunakan
bagi keperluan hidupnya. Hal itu semua sangat mempengaruhi kepribadian manusia
yang memiliki kebudayaan itu.
KESIMPULAN
Dari pembahasan kali
ini dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap daerah memiliki kepribadian
masing-masing yang pasti berbeda. Yang memiliki kelebihan dan kekurangan.
Seperti halnya dengan Bangsa Timur ini yang biasanya cenderung pandai
bersosialisai dan peduli terhadap sekitar, dan berpakai sopan. Tentu berbeda
dengan Budaya Barat yang cenderung individualis namun cenderung meliki sifat
pekerja keras. Hal ini biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti :
faktor biologis, social dan kebudayaan.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar