KATA
PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis
dengan judul”Membedah Buku : Si Jago Merah”. Semoga banyak berguna meskipun banyak kekurangan
didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada Ibu Auliya Ar Rahma selaku dosen
mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
Saya sangat berharap karya tulis ini dapat berguna dalam
rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang pengalaman hidup. Saya
juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna.
Semoga karya tulis sederhana ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
Jakarta,
9 maret 2015
Tomi
Agasi
Latar
belakang
Setiap mahasiswa pasti memiliki cerita
masing-masih pada saat kuliah. Begitu juga keempat mahasiswa ini, dengan
keadaan ekonomi yang apa adanya mereka harus berusaha keras untuk memenuhi
kebutuhan hidup dan juga biaya kuliahnya.
ISI
A. Identitas
Buku
Judul :
Si Jago Merah
Penulis :
Ninit Yunita
Penerbit : GagasMedia
Tahun Cetak : 2008
Tebal buku : 175 halaman
Panjang buku : 19cm
B. Cover
Buku

C. Isi
Buku
Latar
belakang pemain
1. Rojak
Panggabean
Orang tua Rojak Panggabean menjalankan
bisnis bus antar-kota antar-provinsi. Rojak adalah mahasiswa yang bemimpi
menjadi idola, dia sering mengikuti audisi Indonesian
Idol dan tidak pernah lolos.
Mahasiswa Tekhnik Mesin dari Universitas Merdeka ini juga aktif memimpin
demo wajahnya juga sudah sangat akrab dengan gedung DPR. Demo juga di
manfaatkan Rojak sebagai sumber penghasilan.
2. Dede
Rifai
Mahasiswa Ekonomi jurusan Akuntansi ini
adalah anak dari pengusaha kaya bernama Abah Dede. Abah dede sangat memanjakan
anaknya itu. Dede Rifai juga dikenal sebagai Playboy. Dengan uang yang
dimilikinya dia sangat memanjakan pacarnya yang bernama Nola. Namun, walaupun
dia sudah memiliki pacar dia masih sering menggoda wanita lain.
3. Kuncoro
Prasetyo
Seorang
mahasiswa Tekhnik Kimia adlah anaka dari pengusaha jamu yang terkenal. Dia juga
sering mentraktir makan teman2nya di kampus. Namun dia memiliki penyakit phobia
diruangan sempit.
4. Gito
Prawoto
Mahasiswa yang satu ini sangat mencintai dunia
malam. Di dompetnya saja banyak sekali VIP member dari berbagai klub. Gito
Prawoto yang berasal dari Sidoarjo adalah seorang anak dari pengusaha bandeng
asap. Dia adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Batavia.
Isi buku
Cerita
dimulai dari Kampus Universitas Merdeka yang memanggil 4 orang MAHASISWA yaitu
GITO PRAWOTO (Desta Club 80′s), DEDE RIFAI (Ringgo Agus Rahman), KUNCORO
PRASETYO (Yton Club 80′s) & ROJAK PANGGABEAN (Judika). Mereka terancam D.O.
gara-gara menunggak UANG KULIAH selama 4 SEMESTER berturut-turut, orang tua
mereka ternyata sudah tidak bisa lagi membiayai kuliah karena permasalahan yang
berbeda-beda. Pihak Kampus memberikan kelonggaran agar mereka bisa tetap
kuliah, tapi tetap harus membayar minimal satu semester dalam waktu beberapa
hari.
MASING-MASING MENCARI
UANG, Gito jual motor, Kuncoro jual mobil, Dede pinjem duit sama pacarnya NOLA
(Poppy Sovia), sedangkan Rojak menerima order Demo untuk mengumpulkan 100 orang
pendemo.
Ternyata mereka tetap
butuh biaya untuk hidup sehari-hari, apalagi sebagian dari mereka sebelumnya
bergaya hidup ibu kota.
Kuncoro memberikan
solusi agar biaya operasional terjangkau dan mengajak mereka mencari rumah
kontrakan dekat kampus, dan menjalani pola hidup sederhana. Mereka pun kini
berteman, tinggal bersama di rumah kontrakan, hingga ide-ide pun bermunculan
untuk mengantisipasi seretnya kiriman uang dari orang tua, salah satunya adalah
KERJA MAGANG alias part-time job. Tapi, part time job itu membuat keempatnya
kelelahan. Jadwal kuliah menjadi berantakan, padahal final test semester
semakin dekat. Gito yang selalu kelelahan pun semakin sering bermimpi terbakar
di neraka. Gito mendapatkan ide itu, ide mencari part time job yang tidak
melelahkan dan menyita banyak waktu. Gito menjelaskan pada teman-temannya
tentang idenya untuk bekerja sebagai PEMADAM KEBAKARAN.
Singkat cerita setelah
ikut pelatihan, mereka diterima kerja magang di Pemadam Kebakaran, sebagai
Pasukan Cadangan dengan perlengkapan seadanya dan diberi tugas untuk merawat
MOBIL PEMADAM KEBAKARAN yang sudah TUA, yang dikenal dengan sebutan SI JAGO
MERAH.
Hari-hari berikutnya
dipenuhi dengan tingkah polah persahabatan yang dijalin secara ogah-ogahan,
kisah cinta GITO dan AIRIN (Tika Putri) yang penuh “air dan api”, serta
kekisruhan menjalankan tugas sebagai Pemadam Kebakaran. Hingga mereka sampai
pada titik nadir, Mahasiswa-mahasiswa “tidak-beruntung” ini mendapatkan
jatidirinya lewat sebuah tindakan heroik tanpa pamrih yang membuat mereka
mendapat penghargaan dari Walikota.
D. Sinopsis
Rojak,Gito, Dede, dan Kuncoro,
empat mahasiswa berbeda latar belakang. Mereka dipertemukan oleh suatu masalah
sama : sama-sama menunggak bayaran kuliah. Keempat mahasiswa itu terancam DO
jika tidak segera melunasi utang-utnag mereka.
Karena sebuah kejadian tak terduga,
mereka memutuskan untuk jadi anggota pemadam kebakaran. Alasan yang tidak kuat
dan sikap petakilan membuat keempatnya langsung ditolak mentah-mentah oleh
komandan pemadam kebakaran. Namun, rojak tak sengaja memperbaiki Si Jago Merah,
mobil tua pemadam kebakaran yang sudah lama tak berfungsi. Komandan pun
menerima mereka bergabung dalam pasukan pemadam kebakaran.
Dan, dimulailah kejadian-kejadian seru
antara empat mahasiswa dengan Si Jago Merah. Sanggupkah mereka bertahan?
Dapatkah mereka membuktikan kalau mereka benar telah menjadi pemadam kebakaran
sejati?
E. Tanggapan
Novel
ini memiliki cerita yang sangat unik dan menarik, dengan menuangkan cerita 4
orang mahasiswa yang memiliki latar belakang dan sifat yang berbeda. Namun
mereka memiliki satu masalah yang sama yaitu menungggak uang kuliah selama 4
semester. Dengan keadaan ekonomi orang
tua yang sedang terpuruk mereka ingin tetap kuliah. Walaupun banyak sikap
negative dari para tokoh namun tidak melunturkan pesan moral yang ingin
disampaikan. Berbagai masalah yang dihadapi dan tingkah lucu dari pemain
membuat novel ini juga sangat menarik untuk dibaca
F.
Tentang
Penulis
Ninit Yunita
adalah istri bawel. Menikah dengan suami gila, Adhitya Mulya, dan baru memiliki
seorang anak normal dan ganteng bernama Aldebran Rahman Adhitya. Kini, ninit
bermukim di Singapura.
G. Kesimpulan
Beberapa pelajaran yang
dapat di ambil dari membaca novel ini seperti :
1. Totalitas
dalam bekerja
2. Pantang
menyerah
3. Tidak
kenal takut
4. Berusaha
mandiri
Walaupun
pada awalnya mereka adalah mahasiswa yang ugal-ugalan, namun berkat kerja
keras, dan totalitasnya mereka berhasil mendapatkan penghargaan dari walikota
setempat.
H. Dafta
Pustaka