Senin, 13 April 2015

Sastra Indonesia

KATA PENGANTAR
                Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul”Membedah Buku : Si Jago Merah”. Semoga banyak  berguna meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada Ibu Auliya Ar Rahma selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
            Saya sangat berharap karya tulis ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang pengalaman hidup. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
            Semoga karya tulis sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
               

                                                                                Jakarta, 9 maret 2015

                                                                                                                                                                                                                                      Tomi Agasi





Latar belakang
 Setiap mahasiswa pasti memiliki cerita masing-masih pada saat kuliah. Begitu juga keempat mahasiswa ini, dengan keadaan ekonomi yang apa adanya mereka harus berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga biaya kuliahnya.






















ISI
A.   Identitas Buku
Judul               : Si Jago Merah
Penulis             : Ninit Yunita
Penerbit           : GagasMedia
Tahun Cetak    : 2008
Tebal buku      : 175 halaman
Panjang buku  : 19cm

B.   Cover Buku
Description: sijagomerah










C.   Isi Buku

Latar belakang pemain

1.      Rojak Panggabean
Orang tua Rojak Panggabean menjalankan bisnis bus antar-kota antar-provinsi. Rojak adalah mahasiswa yang bemimpi menjadi idola, dia sering mengikuti audisi Indonesian Idol dan tidak pernah lolos.  Mahasiswa Tekhnik Mesin dari Universitas Merdeka ini juga aktif memimpin demo wajahnya juga sudah sangat akrab dengan gedung DPR. Demo juga di manfaatkan Rojak sebagai sumber penghasilan.

2.      Dede Rifai
Mahasiswa Ekonomi jurusan Akuntansi ini adalah anak dari pengusaha kaya bernama Abah Dede. Abah dede sangat memanjakan anaknya itu. Dede Rifai juga dikenal sebagai Playboy. Dengan uang yang dimilikinya dia sangat memanjakan pacarnya yang bernama Nola. Namun, walaupun dia sudah memiliki pacar dia masih sering menggoda wanita lain.

3.      Kuncoro Prasetyo
Seorang mahasiswa Tekhnik Kimia adlah anaka dari pengusaha jamu yang terkenal. Dia juga sering mentraktir makan teman2nya di kampus. Namun dia memiliki penyakit phobia diruangan sempit.
4.      Gito Prawoto
Mahasiswa yang satu ini sangat mencintai dunia malam. Di dompetnya saja banyak sekali VIP member dari berbagai klub. Gito Prawoto yang berasal dari Sidoarjo adalah seorang anak dari pengusaha bandeng asap. Dia adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Batavia.
Isi buku
            Cerita dimulai dari Kampus Universitas Merdeka yang memanggil 4 orang MAHASISWA yaitu GITO PRAWOTO (Desta Club 80′s), DEDE RIFAI (Ringgo Agus Rahman), KUNCORO PRASETYO (Yton Club 80′s) & ROJAK PANGGABEAN (Judika). Mereka terancam D.O. gara-gara menunggak UANG KULIAH selama 4 SEMESTER berturut-turut, orang tua mereka ternyata sudah tidak bisa lagi membiayai kuliah karena permasalahan yang berbeda-beda. Pihak Kampus memberikan kelonggaran agar mereka bisa tetap kuliah, tapi tetap harus membayar minimal satu semester dalam waktu beberapa hari.
MASING-MASING MENCARI UANG, Gito jual motor, Kuncoro jual mobil, Dede pinjem duit sama pacarnya NOLA (Poppy Sovia), sedangkan Rojak menerima order Demo untuk mengumpulkan 100 orang pendemo.
Ternyata mereka tetap butuh biaya untuk hidup sehari-hari, apalagi sebagian dari mereka sebelumnya bergaya hidup ibu kota.
Kuncoro memberikan solusi agar biaya operasional terjangkau dan mengajak mereka mencari rumah kontrakan dekat kampus, dan menjalani pola hidup sederhana. Mereka pun kini berteman, tinggal bersama di rumah kontrakan, hingga ide-ide pun bermunculan untuk mengantisipasi seretnya kiriman uang dari orang tua, salah satunya adalah KERJA MAGANG alias part-time job. Tapi, part time job itu membuat keempatnya kelelahan. Jadwal kuliah menjadi berantakan, padahal final test semester semakin dekat. Gito yang selalu kelelahan pun semakin sering bermimpi terbakar di neraka. Gito mendapatkan ide itu, ide mencari part time job yang tidak melelahkan dan menyita banyak waktu. Gito menjelaskan pada teman-temannya tentang idenya untuk bekerja sebagai PEMADAM KEBAKARAN.
Singkat cerita setelah ikut pelatihan, mereka diterima kerja magang di Pemadam Kebakaran, sebagai Pasukan Cadangan dengan perlengkapan seadanya dan diberi tugas untuk merawat MOBIL PEMADAM KEBAKARAN yang sudah TUA, yang dikenal dengan sebutan SI JAGO MERAH.
Hari-hari berikutnya dipenuhi dengan tingkah polah persahabatan yang dijalin secara ogah-ogahan, kisah cinta GITO dan AIRIN (Tika Putri) yang penuh “air dan api”, serta kekisruhan menjalankan tugas sebagai Pemadam Kebakaran. Hingga mereka sampai pada titik nadir, Mahasiswa-mahasiswa “tidak-beruntung” ini mendapatkan jatidirinya lewat sebuah tindakan heroik tanpa pamrih yang membuat mereka mendapat penghargaan dari Walikota.

D.   Sinopsis

Rojak,Gito, Dede, dan Kuncoro, empat mahasiswa berbeda latar belakang. Mereka dipertemukan oleh suatu masalah sama : sama-sama menunggak bayaran kuliah. Keempat mahasiswa itu terancam DO jika tidak segera melunasi utang-utnag mereka. 

Karena sebuah kejadian tak terduga, mereka memutuskan untuk jadi anggota pemadam kebakaran. Alasan yang tidak kuat dan sikap petakilan membuat keempatnya langsung ditolak mentah-mentah oleh komandan pemadam kebakaran. Namun, rojak tak sengaja memperbaiki Si Jago Merah, mobil tua pemadam kebakaran yang sudah lama tak berfungsi. Komandan pun menerima mereka bergabung dalam pasukan pemadam kebakaran.

Dan, dimulailah kejadian-kejadian seru antara empat mahasiswa dengan Si Jago Merah. Sanggupkah mereka bertahan? Dapatkah mereka membuktikan kalau mereka benar telah menjadi pemadam kebakaran sejati?

E.    Tanggapan
Novel ini memiliki cerita yang sangat unik dan menarik, dengan menuangkan cerita 4 orang mahasiswa yang memiliki latar belakang dan sifat yang berbeda. Namun mereka memiliki satu masalah yang sama yaitu menungggak uang kuliah selama 4 semester.  Dengan keadaan ekonomi orang tua yang sedang terpuruk mereka ingin tetap kuliah. Walaupun banyak sikap negative dari para tokoh namun tidak melunturkan pesan moral yang ingin disampaikan. Berbagai masalah yang dihadapi dan tingkah lucu dari pemain membuat novel ini juga sangat menarik untuk dibaca

F.    Tentang Penulis

Ninit Yunita adalah istri bawel. Menikah dengan suami gila, Adhitya Mulya, dan baru memiliki seorang anak normal dan ganteng bernama Aldebran Rahman Adhitya. Kini, ninit bermukim di Singapura.

G.   Kesimpulan
Beberapa pelajaran yang dapat di ambil dari membaca novel ini seperti :
1.      Totalitas dalam bekerja
2.      Pantang menyerah
3.      Tidak kenal takut
4.      Berusaha mandiri
Walaupun pada awalnya mereka adalah mahasiswa yang ugal-ugalan, namun berkat kerja keras, dan totalitasnya mereka berhasil mendapatkan penghargaan dari walikota setempat.

H.   Dafta Pustaka

Kepribadian Bangsa Timur


KATA PENGANTAR
                Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang Kepribadian Bangsa Timur. Semoga banyak  berguna meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada Ibu Auliya Ar Rahma selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
                Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Kepribadian Bangsa Timur. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
                Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
               

                                                                                Jakarta, 9 maret 2015

                                                                                                                       
                                                                                                                         Tomi Agasi
                                                                                                                        1A114805





LATAR BELAKANG

Di Bumi ini terdapat beragam suku dan bangsa. Sebuah bangsa tentu memiliki ciri khasnya yang pasti tidak serupa dengan bangsa lain. Hal itu yang menjadi pembeda antar bangsa. Ciri khas tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek, dimulai dari aspek cara hidup, norma, adat, budaya, keyakinan dan lain sebagainya.
Masyarakat yang ada di bagian timur Bumi atau yang biasa disebut sebagai “Bangsa Timur” tentu memiliki kepribadian yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang terletak dibelahan Bumi yang lain.















KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

Kepribadian adalah suatu pola sikap yang mencerminkan sifat atau karakter seseorang dengan lingkungannya. Kepribadian bangsa merupakan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya. Kepribadian bangsa timur merupakan kepribadian ynag memiliki sifat toleransi yang tinggi pada umumnya.

Bangsa timur juga bertutur kata  lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian, juga erat kaitannya dengan rasa sosialisasi dan rasa solidaritas yang tinggi, seperti saling tolong menolong dan bergotong royong. Menurut bangsa timur ini merupakan sikap untuk mempererat tali persaudaraan.


Bangsa timur memiliki sifat terbuka, pandai menyapa dan menghargai orang lain, orang yang lebih tua, dan tetangga, juga memuliakan tamu, dan sering bermusyawarah, karena itu bangsa timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Bangsa lain sangat suka dengan kepribadian bangsa timur yang tidak individualistis dan saling tolong menolong satu sama lain.

Bangsa timur memiliki sifat malu, mendahulukan dan melayani orang lain. Melayani menumbuhkan rasa rendah hati dan kepekaan diri. Budaya malu menumbuhkan rasa tanggungjawab, perbaikan diri dan penyesalan yang mendalam.


Bangsa timur memang memilki sifat yang menyenangkan, tetapi juga memiliki sifat yang menyebabkan bangsa timur kalah maju dengan bangsa barat. Bangsa barat lebih disiplin, profesional, dan menghargai waktu, sedangkan bangsa timur lebih malas, cepat merasa nyaman, berkemauan lemah, tidak teguh pendirian, dan sulit mengatur organisasi untuk mendahulukan yang prioritas.

Sebenarnya bangsa timur merupakan bangsa yang mudah mempelajari ilmu dan kepandaian bangsa lain, tetapi sifat malas, lamban dalam mengambil keputusan,dan suka membawa masalah pribadi ke pekerjaan membuat bangsa timur tertinggal

Dari tulisan ini, dapat kita simpulkan bahwa bangsa timur memiliki kepribadian yang :

1. Toleran
2. Aktif mengungkapkan aspirasi
3. Sopan
4. Peduli
5. Peka
6. Terbuka
7. Pandai menyapa
8. Menghargai orang lain
9. Suka bermusyawarah
10. Berhati lembut
11. Sabar
12. Ramah
13. Cepat berubah suasana hati
14. Mudah mempelajari ilmu dan kepandaian bangsa lain








Tetapi memiliki sifat negatif, seperti :

1. Malas
2. Cepat merasa nyaman
3. Berkemauan lemah
4. Tidak teguh pendirian
5. Lamban dalam mengambil keputusan
6. Suka membawa masalah pribadi ke pekerjaan
7. Sulit mengatur organisasi untuk mendahulukan yang prioritas

Tiap bangsa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang membuat suatu bangsa menjadi unik dan memilki khas yang membedakannya dengan bangsa lain.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN
Terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian. Kepribadian tidak hanya ditentukan oleh satu faktor tertentu, tetapi merupakan gabungan beberapa faktor. Kepribadian meliputi segala corak perilaku dan sifat yang khas dan dapat diperkirakan pada diri seseorang, yang digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap rangsangan, sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas bagi individu itu.
Menurut Purwanto (2006) terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian antara lain:
1.      Faktor Biologis
Faktor biologis merupakan faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau seringkali pula disebut faktor fisiologis seperti keadaan genetik, pencernaan, pernafasaan, peredaran darah, kelenjar-kelenjar, saraf, tinggi badan, berat badan, dan sebagainya. Kita mengetahui bahwa keadaan jasmani setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan. Hal ini dapat kita lihat pada setiap bayi yang baru lahir. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat jasmani yang ada pada setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan, dan ada pula yang merupakan pembawaan anak/orang itu masing-masing. Keadaan fisik tersebut memainkan peranan yang penting pada kepribadian seseorang.


2.      Faktor Sosial
Faktor sosial yang dimaksud di sini adalah masyarakat ; yakni manusia-manusia lain disekitar individu yang bersangkutan. Termasuk juga kedalam faktor sosial adalah tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa, dan sebagainya yang berlaku dimasyarakat itu. Sejak dilahirkan, anak telah mulai bergaul dengan orang-orang disekitarnya. Dengan lingkungan yang pertama adalah keluarga. Dalam perkembangan anak, peranan keluarga sangat penting dan menentukan bagi pembentukan kepribadian selanjutnya. Keadaan dan suasana keluarga yang berlainan memberikan pengaruh yang bermacam-macam pula terhadap perkembangan kepribadian anak.
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak sejak kecil adalah sangat mendalam dan menentukan perkembangan pribadi anak selanjutnya. Hal ini disebabkan karena pengaruh itu merupakan pengalaman yang pertama, pengaruh yang diterima anak masih terbatas jumlah dan luasnya, intensitas pengaruh itu sangat tinggi karena berlangsung terus menerus, serta umumnya pengaruh itu diterima dalam suasana bernada emosional. Kemudian semakin besar seorang anak maka pengaruh yang diterima dari lingkungan sosial makin besar dan meluas. Ini dapat diartikan bahwa faktor sosial mempunyai pengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan kepribadian.
3.      Faktor Kebudayaan
Perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri masing-masing orang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat di mana seseorang itu dibesarkan. Beberapa aspek kebudayaan yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan kepribadian antara lain:

  Ø   Nilai-nilai (Values)
Di dalam setiap kebudayaan terdapat nilai-nilai hidup yang dijunjung tinggi oleh manusia-manusia yang hidup dalam kebudayaan itu. Untuk dapat diterima sebagai anggota suatu masyarakat, kita harus memiliki kepribadian yang selaras dengan kebudayaan yang berlaku di masyarakat itu.
  Ø   Adat dan Tradisi
Adat dan tradisi yang berlaku disuatu daerah, di samping menentukan nilai-nilai yang harus ditaati oleh anggota-anggotanya, juga menentukan pula cara-cara bertindak dan bertingkah laku yang akan berdampak pada kepribadian seseorang.
  Ø   Pengetahuan dan Keterampilan
Tinggi rendahnya pengetahuan dan keterampilan seseorang atau suatu masyarakat mencerminkan pula tinggi rendahnya kebudayaan masyarakat itu. Makin tinggi kebudayaan suatu masyarakat makin berkembang pula sikap hidup dan cara-cara kehidupannya.
  Ø   Bahasa
Di samping faktor-faktor kebudayaan yang telah diuraikan di atas, bahasa merupakan salah satu faktor yang turut menentukan cirri-ciri khas dari suatu kebudayaan. Betapa erat hubungan bahasa dengan kepribadian manusia yang memiliki bahasa itu. Karena bahasa merupakan alat komunikasi dan alat berpikir yang dapat menunukkan bagaimana seseorang itu bersikap, bertindak dan bereaksi serta bergaul dengan orang lain.
  Ø   Milik Kebendaan (material possessions)
Semakin maju kebudayaan suatu masyarakat/bangsa, makin maju dan modern pula alat-alat yang dipergunakan bagi keperluan hidupnya. Hal itu semua sangat mempengaruhi kepribadian manusia yang memiliki kebudayaan itu.


KESIMPULAN
Dari pembahasan kali ini dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap daerah memiliki kepribadian masing-masing yang pasti berbeda. Yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti halnya dengan Bangsa Timur ini yang biasanya cenderung pandai bersosialisai dan peduli terhadap sekitar, dan berpakai sopan. Tentu berbeda dengan Budaya Barat yang cenderung individualis namun cenderung meliki sifat pekerja keras. Hal ini biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti : faktor biologis, social dan kebudayaan.

DAFTAR PUSTAKA