Minggu, 03 Mei 2015

Manusia dan Cinta Kasih

TUGAS IV
ILMU BUDAYA DASAR
(Manusia & Cinta Kasih)
Dosen : Auliya Ar Rahma
Gambar
Oleh
Tomi Agasi
1A114805
1KA08

Sistem Informasi
Ilmu Komputer
2015/Maret



KATA PENGANTAR
                Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis dengan tema ”Manusia & Cinta Kasih”. Semoga banyak  berguna meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada Ibu Auliya Ar Rahma selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
            Saya sangat berharap karya tulis ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang pengalaman hidup. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam karya ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
            Semoga karya tulis sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
               

                                                                                 Jakarta,  30 april 2015

                                                                                                                                                                                                                                      Tomi Agasi








Legenda Nisan Berlumuran Darah


"LEGENDA NISAN BERLUMUR DARAH"
CERITA INI ADALAH CERITA NYATA DARI RAKYAT MARTAPURA (MTP) KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN.. 


            Mashor adalah pemuda yang bertempat tinggal di desa yang sekarang sekitar Pekauman dan Teluk Selong.Mashor berasal dari keluarga yang miskin,tetapi mempunyai pendidikan yang tinggi dan budi akhlaknya tinggi.

            Dia mempunyai keahlian membaca Al-Qur'an yang sangat indah didengar. Mashor sebagai orang yang tidak mampu ikut bekerja di rumah Fatimah sebagai pembantu. Fatimah merupakan gadis dari keluarga sangat kaya.Mereka tinggal di seberang desa Mashor, mungkin sekarang daerah Kampung
Melayu.Orang tuanya merupakan pedagang yang mempunyai hubungan dagang keluar daerah.Terutama daerah Singapura.

            Mashor sebagai pembantu mempunyai banyak pekerjaan yang harus dilakukannya seperti menimba air,memotong kayu,dan lain-lain.Hari demi hari,bulan demi bulan itu saja yang dilakukannya untuk membiayai hidup dan orang tuanya. Selama beberapa tahun Mashor bekerja dirumah kaya itu membuat Fatimah secara tidak sadar jatuh cinta kepadanya begitu jug sebaliknya.
Tetapi karena adat yang menjaga ketat pertemuan antara perawan dengan bujangan membuat hubungan mereka tidak diketahui oleh keluarga.

            Mashor sadar percintaan mereka pasti akan ditentang oleh keluarga Fatimah yang memegang adat keluarga. Mereka hanya akan menikahkan anak gadisnya hanya dengan orang yang sederajat dan mempunyai hubungan keluarga bangsawan dan pasti tentu harus pilihan keluarga. Tetapi Cinta di hati tidak bisa menolaknya.

Tidak lama kemudian hubungan mereka mulai diketahui orang tua Fatimah.

            Betapa marahnya orang tua Fatimah mengetahui hal itu. Mereka memutuskan untuk menjauhkan Mashor dari Fatimah dengan menugaskan Mashor menjaga kebun karet dan ladang keluarga Fatimah di seberang sungai. Kebun karet ini berada jauh dari rumah Fatimah,menujunya hanya bisa dengan perahu "jukung" karena melewati sungai yang kecil.
Mashor diberikan pondok kecil untuk berteduh dan melakukan kegiatan sehari-hari. Setiap hari dia bekerja merawat kebun karet tersebut. Setiap hasil karet hanya orang suruhan keluarga Fatimah saja yang mengambilnya.Dia tidak diberikan kesempatan untuk ke rumah sang Majikan.

Fatimah mengetahui kabar Mashor hanya dengan meminta keterangan acil ijah,pembantu yang sering mengatarkan beras buat Mashor.

----------

            Suatu hari ada orang kaya bernama Muhdar yang masih ada hubungan keluarga dengan Fatimah badatang (melamar) ke rumah Fatimah denga menggunakan satu buah kapal yang sangat besar sesuai dengan derajat kekayaan orang tersebut.Niat Muhdar disambut baik oleh keluarga Fatimah,mereka sepakat untuk mengadakan perkawinan besar-besaran.

            Hal ini tidak menjadi beban bagi Muhdar karena kakayaannya. Fatimah sangat menentang niat orang tuanya yang menjodohkannya dengan Muhdar. Dia kenal betul perangai Muhdar. Walaupun kaya tetap dia tidak mempunyai budi pekerti dan ilmu agama sebaik Mashor.

            Tetapi dia harus menjalankan dua pilihan yang sangat berat.
Di satu sisi dia mempunyai pilihan dan cinta yang diyakininya membawa kebahagian di dunia dan di akhirat yaitu hidup bersama Mashor. Di satu sisi dia harus mengikuti perintah orang tuanya,dia sadar menyakiti hati orang tua adalah perbuatan yang durhaka.
Akhirnya Fatimah pasrah terhadap perjodohan ini. Perjodohan yang dilandasi oleh harta, hubungan keluarga bukan oleh Cinta.

            Mashor yang berada jauh tidak mengetahui perjodohan ini. Semuanya yang datang ke gubuk Mashor bekerja selalu menutupinya. Mereka tidak ingin dipecat majikan jika menceritakan hal tersebut.

            Akhirnya acara pernikahan dimulai,Muhdar datang dengan beberapa kapal besar yang membawa mas kawin atau jujuran.Ada kapal yang membawa isi kamar lengkap, ada kapal yang membawa perhiasan emas dan batu permata, ada kapal yang membawa pakaian wanita yang sangat indah-indah.
Bagi mereka semua itu hal biasa,karena bisnis dagang keluarga ini ke Singapura berupa batu permata dan kain. Mereka mempunyai banyak pelanggan di Singapura.

            Pada jaman tersebut sungai Martapura digunakan sebagai jalur perdagangan. Kapal-kapal besar pedagang Martapura sering berangkat membawa barang dagangan ke Pulau Jawa dan Sumatera hingga Singapura dan Malaysia. Sesuai dengan jalur perdagangan dunia antara Malaysia dan pulau Sumatera.

            Pada malam harinya ketika semua kelelahan. Muhdar dan Fatimah tidur di kamar penganten. Belum sempat malam pertama itu terjadi ternyata rumah Fatimah terbakar akibat api dapur lupa dimatikan.

Muhdar lari keluar dengan segera tanpa memperdulikan Fatimah. Api semakin membesar Fatimah terjebak di dalamnya. Mashor yang belum tidur melihat dari kejauhan warna merah di langit yang menadakan kebakaran karena rumahnya yang begitu besar dan api yang semakin membara bisa terlihat asap dan api yang mengepul dari kebun karet tempat Mashor tinggal.

            Dia yakin kebakaran itu berada di rumah Fatimah. Tanpa peduli aturan majikannya yang tidak memperbolehkannya mendekati rumah dia langsung berlari mengambil jukung. Setelah sampai di rumah Fatimah dia diberitahu bahwa Fatimah terjebak di dalamnya. Dengan kekuatan Cintanya dia terobos api dan menemukan Fatimah pingsan karena terlalu banyak menghirup asap.Dia angkat Fatimah melewati api yang besar. Dengan badannya dia melindungi Fatimah dar api dan kayu rumah yang berjatuhan. Setelah dia bawa keluar, Mashor disambut Muhdar dengan merebut Fatimah dari pangkuan Mashor. Dengan demikian Mashor akhirnya mengetahui perkawinan tersebut.

            Belum sempat dia mendapatkan penjelasan,Mashor pingsan karena terlalu banyak luka bakar yang dialaminya. Keluarga Fatimah memerintahkan agar Mashor dirawat kembali di gubuknya tempatnya bekerja. Dan menginginkan agar peristiwa heroik ini jangan sampai diketahui Fatimah.

            Subuh harinya mashor tidak bisa bertahan.Dia meninggal karena luka yang terlalu parah. Setelah sholat dzuhur dia dimakamkan di daerah perkebunan karet tersebut. Atau tepatnya sekarang berada di desa Tungkaran.

            Makam Mashor sederhana dengan nisan ulin.Untuk mencegah babi hutan kuburannya juga dipagar bambu. Semuanya berada di pemakaman,baik teman-teman Mashor maupun keluarga Fatiamah. Tetapi Fatimah tidak mengetahui kematian ini.Dia masih lemah di kamar rumah Muhdar. Dia masih bertanya di dalam hati bagaimana dia bisa selamat,suaminya sendiri meninggalkannya saat kebakaran itu terjadi.

            Sewaktu malam hari pertanyaan itu dikeluarkannya pada Acil Ijah yang sejak kecil merawatnya.Acill Ijah tahu betul perasaan Fatimah kepada Mashor. Karena tidak dapat mendustai tuannya yang sejak kecil dia pelihara tersebut akhirnya dia ceritakan peristiwa kebakaran itu.

            Fatimah yang sangat rindu Mashor akhirnya menanyakan keberadaan Mashor. Dengan sangat hati-hati Acil Ijah menceritakan kematian Mashor dan memberitahukan letak kuburannya.Dia berjanji akan menemani Fatimah besok untuk ziarah ke kuburan Mashor.
Fatimah Sangat terpukul hatinya mengetahui pemuda yang melindungi dan dicintainya telah tiada.Menangislah Fatimah sejadinya.

            Setelah semua orang terlelap tidur, jam 3subuh tanpa sepengetahuan yang lain Fatimah keluar rumah.Dia tidak dapat menyimpan perasaan rindu dan dukanya. Tanpa menunggu siang dia bertekad harus menemukan ke kuburan Mashor.Dia tidak yakin kekasihnya sudah meninggal jika tidak menemukan kuburannya langsung.

            Dia seberangi sungai Martapura dan berjalan menyisir jalan setapak.Dia masih ingat letak kebun karet keluarganya ketika ayahnya pernah mengajak sewaktu kecil. Malam itu hari hujan dengan deras tetapi tidak menyurutkan hati Fatimah, di dalam hatinya hanya ada satu nama Mashor. Di pikirannya hanya ada satu wajah Mashor,pemuda yang sangat mengerti dirinya.

            Setelah tiba di kebun karet keluarganya,Fatimah tanpa sadar dan mungkin karena ilusi yang muncul karena obsesinya bertemu Mashor,dia seakan melihat Mashor berdiri tersenyum kepadanya di tengah rintikan hujan. Tanpa berpikir panjang Fatimah berlari ingin memeluk tubuh kekasihnya melepaskan segala kerinduannya.

            Fatimah menabrak tubuh lelaki itu hingga terjatuh tanpa disadari pagar yang terbuat dari bambu yang melindungi kuburan Mashor menusuk tubuh Fatimah tepat di dadanya dan nisan itulah ilusi pikiran Fatimah tentang tubuh Kekasih hatinya 'Mashor'.

            Darah mengucur dan menetes di atas kubur Mashor dan melumuri nisannya.Fatimah meninggal dengan senyum dia yakin menemukan cintanya.

---


Daftar Pusataka

http://foxtermons.blogspot.com/2012/08/legenda-nisan-berdarah.html

Manusia dan Pandangan Hidup

TUGAS III
ILMU BUDAYA DASAR
(Manusia & Pandangan Hidup)
Dosen : Auliya Ar Rahma
Gambar
Oleh
Tomi Agasi
1A114805
1KA08

Sistem Informasi
Ilmu Komputer
2015/Maret


KATA PENGANTAR
                Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis dengan tema ”Manusia & Pandangan Hidup”. Semoga banyak  berguna meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada Ibu Auliya Ar Rahma selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini kepada saya.
            Saya sangat berharap karya tulis ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang pengalaman hidup. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam karya ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
            Semoga karya tulis sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
               

                                                                               Jakarta,  30 april 2015

                                                                                                                                                                                                                                      Tomi Agasi






Manusia dan Pandangan Hidup

Arthur Schopenhauer
Lahir                            :   Danzig, 22 Februari 1788
Meninggal                   : Frankfurt, 21 September 1860 (72 tahun)
Era                               : Filosofi abad ke-19
Tradisi                         : Kantianism, Idealism
Gagasan Penting         : Will, Fourfold root of reasin, pessimism
           
 Arthur Schopenhauer adalah seorang filsuf Jerman yang melanjutkan tradisi filsafat pasca-Kant. Schopenhauer lahir di Danzig pada tahun 1788. Ia menempuh pendidikan di Jerman, Perancis, dan Inggris. Ia mempelajari filsafat di Universitas Berlin dan mendapat gelar doktor diUniversitas Jena pada tahun 1813. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Frankfurt, dan meninggal dunia di sana pada tahun 1860. Dalam perkembangan filsafat, Schopenhauer dipengaruhi dengan kuat oleh Imanuel Kant dan juga pandangan Buddha. Pemikiran Kant nampak di dalam pandangan Schopenhauer tentang dunia sebagai ide dan kehendak. Kant menyatakan bahwa pengetahuan manusia terbatas pada bidang penampakan atau fenomena, sehingga benda-pada-dirinya-sendiri (das Ding an sich) tidak pernah bisa diketahui manusia. Misalnya, apa yang manusia ketahui tentang pohon bukanlah pohon itu sendiri, melainkan gagasan orang itu tentang pohon. Schopenhauer mengembangkan pemikiran Kant tersebut dengan menyatakan bahwa benda-pada-dirinya-sendiri itu bisa diketahui, yakni "kehendak".

Biografi
            Arthur Schopenhauer lahir di Danzig (sekarang Gdańsk). Dia adalah putra dari Heinrich Floris Schopenhauer dan Johanna Schopenhauer. Kedua orang tuannya adalah keturunan orang kaya Jerman dan keluarga bangsawan. Keluarga Schopenhauer pindah ke Humburg ketika Kerajaan Prussiadikuasai Polish-Lithuanian Commonwealth kota Danzig tahun 1793. Tahun 1805, ayah Schopenhauer bunuh diri. Setelah itu, ibu Schopenhauer, Johanna pindah ke Weimar, yang kemudian menjadi pusat literatur Jerman. Kepergiannya ke sana untuk melanjutkan karirnya sebagai penulis. Setahun kemudian, Schopenhauer meninggalkan bisnis keluarganya yang ada di Humburg. Dia pergi ke Weimar dan tinggal dengan ibunya. Schopenhauer pun kuliah dan menjadi mahasiswa di Universitas Göttingen pada tahun 1809.Pada masa perkuliahannya, dia belajar tentang metafisika dan psikologi di bawah bimbingan Gottlob Ernst Schulze, penulis buku Aenesidemus, yang mengajurkannya agar berkonsentrasi pada Plato danImmanuel Kant. Pada tahun 1811 sampai tahun 1812, dia mengikuti kuliah dari Johann Gottlieb Fichte, seorang filsuf post-Kant terkemuka dan dari seorang teolog Friedrich Schleiermacher.
Selama di Berlin
          Pada tahun 1814, Schopenhauer memulai pekerjaannya sebagai penulis dengan judul bukunya The World as Will and Representation (Die Welt als Wille und Vorstellung), Dunia sebagai Kehendak dan Gagasan. Dia menyelesaikannya pada tahun 1818 dan menerbitkannya setahun kemudian. Pada tahun 1820 Schopenhauer menjadi dosen di Universitas Berlin. Dia menjadwalkan untuk memberikan kuliah yang sama dengan pemikiran filsuf terkenal G. W. F. Hegel. Schopenhauer menyebutnya sebagai clumsy charlata. Namun, hanya lima orang yang berminat mengikuti kuliahnya dan dia pun di keluarkan dari akademi tersebut.Ketika berada di Berlin, Schopenhauer pernah menjadi tersangka atas tuduhan dari seorang wanita bernama Caroline Marquet. Wanita tersebut menuduh Schopenhauer telah mendorongnya. Di dalam pengadilan Schopenhauer bersaksi bahwa wanita itu telah mengganggunya dengan suaranya yang keras di depan pintu Schopenhauer. Caroline Marquet pun menuduh Schopenhauer telah memukulnya setelah wanita itu menolak untuk pergi dari pintunya. Marquet pun menang di dalam pengadilan tersebut. Schopenhauer pun dituntut membayar wanita itu selama dua puluh tahun ke depan. Ketika perempuan itu meninggal dunia, Schopenhauer menulis sertifikat kematiannya denganObit anus, abit onus ("The old woman dies, the burden flies").Hal inilah mungkin yang membuat dia sangat membenci wanita.
            Pada tahun 1812, dia jatuh cinta kepada seorang gadis berusia Sembilan belas tahun. Gadis itu seorang penyanyi opera dan bernama Caroline Richter. Mereka pun sempat berhubungan dengannya selama beberapa tahun. Namun, dia membatalkan rencana pernikahannya. Setelah kematian ayahnya, Schopenhauer meneruskan bisnis ayahnya sebagai pedagang. Usaha itu dijalankannya selama dua tahun. Sedangkan ibunya pergi ke Weimar. Schopenhauer pun belajar di Gota Gym. Setelah itu, dia meninggalkannya karena muak dengan cercaan gurunya Dia pun pergi ke tempat menemui ibunya. Ibunya pda waktu itu telah membuka sebuah salon kecil. Namun, dia tidak cocok dengan pekerjaan ibunya itu dan dia pun muak dengan ibunya yang dianggap melupakan kenangan bersama ayahnya. Schopenhauer pun kemudian berkuliah di sebuah universitas. Di sana dia menulis buku pertamanya, On the Fourfold Root of the Principle of Sufficient Reason.



Pindah ke Frankfrut
Schopenhauer ketika masih muda
            Pada tahun 1813, wabah kolera menyerang Berlin dan Schopenhauer tinggal di kota itu. Schopenhauer pun menetap di Frankfrut tahun 1833.Pada saat itu, dia telah berusia dua puluh tujuh tahun. dia tinggal sendirian di Frankfrut, kecuali dengan binatang kesangannya Atman dan ButzKaryanya berupa pemikiran yang paling menonjol di sepanjang hidupnya adalah Senilia. Judul ini diterbitkan sebagai penghargaan kepadanya. Schopenhauer mempunyai ebuah undang-undang yang kuat. Pemikiran Schopenhauer banyak dipengaruhi oleh pandangan Buddha dan filsuf Imanuel Kant. Kekagumannya kepada keduanya itu ama besar. Hal ini terlihat dari ruang kerjanya dipasang dengan kedua patung tokoh tersebut. Pada tahun 1833, Dia hidup sebagai bujang kaya berkat warisan orangtuanya. Schopenhauer hidup dengan ketakutan kerena dia merasa terancam. Oleh sebab itu, dia sering tidur dengan pistol di sampingnya. Ia banyak menerbitkan tulisan, namun tidak laku dijual. Dia sendirilah ang membeli buku karya tulisannya untuk disimpan. Beberapa tahun menjelang akhir hidupnya, barulah ia terkenal. Buku yang disimpannya itupun diedarkannya. Schopenhauer hidup sendiri. rencana pernikahannya selalu berantakan. Dia menganggap hidup dengan banyak orang memuakkan dan membuang waktu baginya. Ia menhina dan mengejek Kaum wanita sebagai “para karikatur”

 Akhir Hidupnya
            Pada tahun 1860, keadaannya mulai memburuk. Dia pun meninggal pada 21 September 1860 karena gagal jantung ketika duduk di bangku sekitar rumahnya. Dia meninggal pada usia yang ketujuh puluh dua tahun.

Pemikiran Filosofis
Filsafat Keinginan
            Schopenhauer memberikan fokus kepada investigasinya terhadap motivasi seseorang.Sebelumnya, filsuf terkemuka Hegel telah mempopulerkan konsep Zeitgeist, ide bahwa masyarakat terdiri atas kesadaran akan kolektifitas yang digerakkan di dalam sebuah arah yang jelas. Schopenhauer memfokuskan diri untuk membaca tulisan-tulisan dua filsuf terkemuka pada masa kuliahnya, yaitu Hegel dan Kant. Schopenhauer sendiri mengkritik optimisme logika yang dijelaskan oleh kedua filsuf terkemuka tersebut dan kepercayaan mereka bahwa manusia hanya didorong oleh keinginan dasar sendiri, atau Wille zum Leben (keinginan untuk hidup) yang diarahkan kepada seluruh manusia. Schopenhauer sendiri berpendapat bahwa keinginan manusia adalah sia-sia, tidak logika, tanpa pengarahan dan dengan keberadaan, juga dengan seluruh tindakan manusia di dunia. Schopenhauer berpendapat bahwa keinginan adalah sebuah keberadaan metafisikal yang mengontrol tindak hanya tindakan-tindakan individual, agent, tetapi khususnya seluruh fenomena yang bisa diamati Keinginan yang dimaksud oleh Schopenhauer ini sama dengan yang disebut dengan Kant dengan istilah sesuatu yang ada di dalamnya sendiri
            Pandangan filosofis Schopenhauer melihat bahwa hidup adalah penderitaan. Schopenhauer menolak kehendak. Apalagi dengan kehendak untuk membantu orang menderita. Ajaran Schopenhauer menolak kehendak untuk hidup dan segala manifestasinya, namun ia sediri takut dengan kematian IAM STAY AT HERE 

Keputusan dan Hukuman
          Schopenhauer menjelaskan seseorang yang hendak mengambil keputusan. Menurut dia, ketika kita mengambil keputusan, kita akan diperhadapkan dengan berbagai macam akibat. Oleh sebab itu, keputusan yang diambil memiliki alasan atau dasar. Keputusan-keputusan ini menjadi tidak bebas lagi bagi si pemilihnya. Pemilih itu harus diperhadapkan kepada beberapa akibat dalam sebuah keputusan. Segala tindakan yang dilakukan seseorang merupakan kebutuhan dan tanggung jawabnya. Segala kebutuhan dan tanggung jawab itu pun sudah dibawa sejak lahir dan bersifat kekal Schopenhauer juga menegaskan jika tidak ada keinginan bebas, haruskah kejahatan dihukum? 

Catatan
            Filsafat Schopenhauer ini termasuk ke dalam Idealisme Jerman. Pendapat ini dibuktikan melalui perbandingan antara filosofis Schopenhauer dengan pandangan Idealisme Jerman. Keduanya mengajarkan bahwa realitas bersifat subjektif, artinya keseluruhan kenyataan merupakan konstruksi kesadaran Subjek. Dunia ini juga dipandang sebagai ide. Pandangan Schopenhauer ini pun dijadikan wakil dari Idealisme Jerman. Sekalipun memang ada hal-hal yang bersifat lebih khusus dan fundamental yang membedakan pemikiran Schopenhauer dengan Idealisme Jerman.Bagi Schopenhauer, dasar dunia ini transcendental dan bersifat irasional, yaitu kehendak yang buta Kehendak ini buta, sebab, sebab desakannya untuk terus-menerus dipuaskan tidak bisa dikendalikan dan tidak akan pernah terpenuhi. Namun, justru keinginan yang tak sampai berarti penderitaan. Selanjutnya, menurut dia bahwa kehendak transendental itu mewujudkan diri dalam miliaran eksistensi kehidupan, maka hidup itu sendiri merupakan penderitaanJalan keluar yang diusulkan Schopenhauer ini pun cukup logis. Kalau hidup ini adalah penderitaaan, maka pembebasan dari penderitaan tersebut tentunya akan tercapai melalui penolakan kehendak untuk hidup. Konkretnya adalah lewat kematian raga dan bela rasa. Cara pemikiran Schopenhauer ini menarik. Namun, tetap saja memiliki kesalahan. Masalah dalam filsafatnya berkaitan dengan pandangannya atas pengetahuan tentang prinsip individuasi. Menurut Schopenhauer, berkat pengetahuan inilah manusia sadar bahwa dirinya adalah sama dengan semua makhluk hidup lain (dasar dari sikap bela rasa) sehingga dia tidak perlu memutlakkan diri dan keinginannya (dasar sikap mati raga atau penyangkalan diri). Tanpa pengetahuan ini, manusia tidak akan mengalami pencerahan dan tetap berada dalam kegelapan. Anggapan Schopenhauer ini menekankan dua hal, yaitu bahwa kesadaran manusia terbukti lebih kuat dibandingkan nafsu dan keinginannya, dan bahwa karena itu ia juga mampu memperhatikan keadaan kepentingan orang lain, di dalam hal ini berarti bahwa manusia bukanlah makhluk egois sebagai mana yang dipikirkan oleh Schopenhauer. Namun, jika kesadaraan bisa menguatkan manusia menyangkal diri dan berbela rasa, bukankah demikian kehendak untuk hidup itu sendiri bukan merupakan dasar dari segalanya?
Pengaruh
            Kendatipun demikian, pengaruh Scopenhauer dalam perkembangan pemikiran selanjutnya cukup besar. Ia membuka jalan bagi orang suatupsikologi tentang alam bawah sadar ala FreudPemikiran Schopenhauer tentang kehendak untuk hidup di kemudian hari mempengaruhi filsafatNietzsche tentang kehendak untuk berkuasa (Der Wille zur Macht)'. Setengah abad kemudian, ajaran Schopenhauer ini memberikan inspirasi padafilsafat hidup (Vitalisme), misalnya pada pemikiran Henry Bergson (1859-1941). Selain itu, ia menghidupkan perhatian dan minat orang Barat pada studi kesustraan dan agama-agama Timur, terkhusus Buddhisme.

Daftar Pustaka
1. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
2. Mudji Sutrisno dan F. Budi Hardiman. Para Filsuf Penentu Gerak Zaman. 2005. Jakarta. Penerbit: BPK Gunung Mulia.
3.http:// wikipedia.filsafat.com