TUGAS
III
ILMU
BUDAYA DASAR
(Manusia
& Pandangan Hidup)
Dosen
: Auliya Ar Rahma
Oleh
Tomi
Agasi
1A114805
1KA08
Sistem
Informasi
Ilmu
Komputer
2015/Maret
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan karya tulis dengan tema
”Manusia & Pandangan Hidup”. Semoga banyak
berguna meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima
kasih pada Ibu Auliya Ar Rahma selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang
telah memberikan tugas ini kepada saya.
Saya sangat berharap karya tulis ini dapat berguna dalam
rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang pengalaman hidup. Saya
juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam karya ini terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna.
Semoga karya tulis sederhana ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
Jakarta, 30 april 2015
Tomi
Agasi
Manusia
dan Pandangan Hidup
Arthur Schopenhauer
Lahir : Danzig, 22 Februari 1788
Meninggal :
Frankfurt, 21 September 1860 (72 tahun)
Era :
Filosofi abad ke-19
Tradisi :
Kantianism, Idealism
Gagasan Penting :
Will, Fourfold root of reasin, pessimism
Arthur
Schopenhauer adalah seorang filsuf Jerman yang
melanjutkan tradisi filsafat pasca-Kant.
Schopenhauer lahir di Danzig pada
tahun 1788. Ia menempuh pendidikan di Jerman, Perancis,
dan Inggris.
Ia mempelajari filsafat di Universitas Berlin dan mendapat
gelar doktor diUniversitas Jena pada
tahun 1813. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Frankfurt,
dan meninggal dunia di sana pada tahun 1860. Dalam perkembangan filsafat,
Schopenhauer dipengaruhi dengan kuat oleh Imanuel Kant dan
juga pandangan Buddha.
Pemikiran Kant nampak di dalam pandangan Schopenhauer tentang dunia sebagai ide
dan kehendak. Kant menyatakan bahwa pengetahuan manusia terbatas pada bidang
penampakan atau fenomena, sehingga benda-pada-dirinya-sendiri (das Ding an
sich) tidak pernah bisa diketahui manusia. Misalnya, apa yang manusia ketahui
tentang pohon bukanlah pohon itu sendiri, melainkan gagasan orang itu tentang
pohon. Schopenhauer mengembangkan pemikiran Kant tersebut dengan menyatakan
bahwa benda-pada-dirinya-sendiri itu bisa diketahui, yakni
"kehendak".
Biografi
Arthur
Schopenhauer lahir di Danzig (sekarang Gdańsk).
Dia adalah putra dari Heinrich Floris
Schopenhauer dan Johanna Schopenhauer.
Kedua orang tuannya adalah keturunan orang kaya Jerman dan
keluarga bangsawan. Keluarga Schopenhauer pindah ke Humburg ketika Kerajaan Prussiadikuasai Polish-Lithuanian
Commonwealth kota Danzig tahun 1793. Tahun 1805,
ayah Schopenhauer bunuh diri. Setelah itu, ibu Schopenhauer, Johanna pindah ke
Weimar, yang kemudian menjadi pusat literatur Jerman. Kepergiannya ke sana
untuk melanjutkan karirnya sebagai penulis. Setahun kemudian, Schopenhauer
meninggalkan bisnis keluarganya yang ada di Humburg.
Dia pergi ke Weimar dan
tinggal dengan ibunya. Schopenhauer pun kuliah dan menjadi mahasiswa di Universitas Göttingen pada tahun
1809.Pada masa perkuliahannya, dia belajar tentang metafisika dan psikologi di
bawah bimbingan Gottlob Ernst Schulze,
penulis buku Aenesidemus,
yang mengajurkannya agar berkonsentrasi pada Plato danImmanuel Kant.
Pada tahun 1811 sampai tahun 1812, dia mengikuti kuliah dari Johann Gottlieb Fichte, seorang
filsuf post-Kant terkemuka
dan dari seorang teolog Friedrich Schleiermacher.
Selama
di Berlin
Pada
tahun 1814, Schopenhauer memulai pekerjaannya sebagai penulis dengan judul
bukunya The World as Will and Representation (Die Welt als Wille und
Vorstellung), Dunia sebagai Kehendak dan Gagasan. Dia menyelesaikannya pada
tahun 1818 dan menerbitkannya setahun kemudian. Pada tahun 1820 Schopenhauer
menjadi dosen di Universitas Berlin. Dia menjadwalkan untuk
memberikan kuliah yang sama dengan pemikiran filsuf terkenal G. W. F. Hegel.
Schopenhauer menyebutnya sebagai clumsy charlata. Namun, hanya lima orang
yang berminat mengikuti kuliahnya dan dia pun di keluarkan dari akademi
tersebut.Ketika berada di Berlin, Schopenhauer pernah menjadi tersangka atas
tuduhan dari seorang wanita bernama Caroline Marquet.
Wanita tersebut menuduh Schopenhauer telah mendorongnya. Di dalam pengadilan
Schopenhauer bersaksi bahwa wanita itu telah mengganggunya dengan suaranya yang
keras di depan pintu Schopenhauer. Caroline Marquet pun menuduh Schopenhauer
telah memukulnya setelah wanita itu menolak untuk pergi dari pintunya. Marquet
pun menang di dalam pengadilan tersebut. Schopenhauer pun dituntut membayar
wanita itu selama dua puluh tahun ke depan. Ketika perempuan itu meninggal
dunia, Schopenhauer menulis sertifikat kematiannya denganObit anus, abit
onus ("The old woman dies, the burden flies").Hal inilah mungkin
yang membuat dia sangat membenci wanita.
Pada
tahun 1812, dia jatuh cinta kepada seorang gadis berusia Sembilan belas tahun.
Gadis itu seorang penyanyi opera dan bernama Caroline Richter.
Mereka pun sempat berhubungan dengannya selama beberapa tahun. Namun, dia
membatalkan rencana pernikahannya. Setelah kematian ayahnya, Schopenhauer
meneruskan bisnis ayahnya sebagai pedagang. Usaha itu dijalankannya selama dua
tahun. Sedangkan ibunya pergi ke Weimar. Schopenhauer pun belajar di Gota Gym.
Setelah itu, dia meninggalkannya karena muak dengan cercaan gurunya Dia pun
pergi ke tempat menemui ibunya. Ibunya pda waktu itu telah membuka sebuah salon
kecil. Namun, dia tidak cocok dengan pekerjaan ibunya itu dan dia pun muak
dengan ibunya yang dianggap melupakan kenangan bersama ayahnya. Schopenhauer
pun kemudian berkuliah di sebuah universitas. Di sana dia menulis buku
pertamanya, On the Fourfold Root of the Principle of Sufficient Reason.
Pindah
ke Frankfrut
Schopenhauer ketika masih muda
Pada
tahun 1813, wabah kolera menyerang Berlin dan
Schopenhauer tinggal di kota itu. Schopenhauer pun menetap di Frankfrut tahun
1833.Pada saat itu, dia telah berusia dua puluh tujuh tahun. dia tinggal
sendirian di Frankfrut, kecuali dengan binatang kesangannya Atman dan ButzKaryanya berupa pemikiran yang paling
menonjol di sepanjang hidupnya adalah Senilia. Judul ini diterbitkan
sebagai penghargaan kepadanya. Schopenhauer mempunyai ebuah undang-undang yang
kuat. Pemikiran Schopenhauer banyak dipengaruhi oleh pandangan Buddha dan
filsuf Imanuel Kant. Kekagumannya kepada keduanya itu ama
besar. Hal ini terlihat dari ruang kerjanya dipasang dengan kedua patung tokoh
tersebut. Pada tahun 1833, Dia hidup sebagai bujang kaya berkat warisan
orangtuanya. Schopenhauer hidup dengan ketakutan kerena dia merasa terancam.
Oleh sebab itu, dia sering tidur dengan pistol di sampingnya. Ia banyak
menerbitkan tulisan, namun tidak laku dijual. Dia sendirilah ang membeli buku
karya tulisannya untuk disimpan. Beberapa tahun menjelang akhir hidupnya,
barulah ia terkenal. Buku yang disimpannya itupun diedarkannya. Schopenhauer
hidup sendiri. rencana pernikahannya selalu berantakan. Dia menganggap hidup
dengan banyak orang memuakkan dan membuang waktu baginya. Ia menhina dan
mengejek Kaum wanita sebagai “para karikatur”
Akhir
Hidupnya
Pada
tahun 1860, keadaannya mulai memburuk. Dia pun meninggal pada 21 September 1860
karena gagal jantung ketika duduk di bangku sekitar rumahnya. Dia meninggal
pada usia yang ketujuh puluh dua tahun.
Pemikiran Filosofis
Filsafat
Keinginan
Schopenhauer
memberikan fokus kepada investigasinya terhadap motivasi seseorang.Sebelumnya,
filsuf terkemuka Hegel telah mempopulerkan konsep Zeitgeist, ide bahwa
masyarakat terdiri atas kesadaran akan kolektifitas yang digerakkan di dalam
sebuah arah yang jelas. Schopenhauer memfokuskan diri untuk membaca
tulisan-tulisan dua filsuf terkemuka pada masa kuliahnya, yaitu Hegel dan Kant.
Schopenhauer sendiri mengkritik optimisme logika yang dijelaskan oleh kedua
filsuf terkemuka tersebut dan kepercayaan mereka bahwa manusia hanya didorong
oleh keinginan dasar sendiri, atau Wille zum Leben (keinginan untuk
hidup) yang diarahkan kepada seluruh manusia. Schopenhauer sendiri berpendapat
bahwa keinginan manusia adalah sia-sia, tidak logika, tanpa pengarahan dan
dengan keberadaan, juga dengan seluruh tindakan manusia di dunia. Schopenhauer
berpendapat bahwa keinginan adalah sebuah keberadaan metafisikal yang
mengontrol tindak hanya tindakan-tindakan individual, agent, tetapi khususnya
seluruh fenomena yang bisa diamati Keinginan yang dimaksud oleh Schopenhauer
ini sama dengan yang disebut dengan Kant dengan istilah sesuatu yang ada di dalamnya
sendiri
Pandangan filosofis Schopenhauer melihat bahwa hidup adalah penderitaan.
Schopenhauer menolak kehendak. Apalagi dengan kehendak untuk membantu orang
menderita. Ajaran Schopenhauer menolak kehendak untuk hidup dan segala
manifestasinya, namun ia sediri takut dengan kematian IAM STAY AT HERE
Keputusan
dan Hukuman
Schopenhauer
menjelaskan seseorang yang hendak mengambil keputusan.
Menurut dia, ketika kita mengambil keputusan, kita akan diperhadapkan dengan
berbagai macam akibat. Oleh sebab itu, keputusan yang diambil memiliki alasan
atau dasar. Keputusan-keputusan ini menjadi tidak bebas lagi bagi si
pemilihnya. Pemilih itu harus diperhadapkan kepada beberapa akibat dalam sebuah
keputusan. Segala tindakan yang dilakukan seseorang merupakan kebutuhan dan
tanggung jawabnya. Segala kebutuhan dan tanggung jawab itu pun sudah dibawa
sejak lahir dan bersifat kekal Schopenhauer juga menegaskan jika tidak
ada keinginan bebas,
haruskah kejahatan dihukum?
Catatan
Filsafat
Schopenhauer ini termasuk ke dalam Idealisme Jerman. Pendapat
ini dibuktikan melalui perbandingan antara filosofis Schopenhauer dengan
pandangan Idealisme Jerman. Keduanya
mengajarkan bahwa realitas bersifat subjektif, artinya keseluruhan kenyataan
merupakan konstruksi kesadaran Subjek. Dunia ini juga dipandang sebagai ide.
Pandangan Schopenhauer ini pun dijadikan wakil dari Idealisme Jerman.
Sekalipun memang ada hal-hal yang bersifat lebih khusus dan fundamental yang
membedakan pemikiran Schopenhauer dengan Idealisme Jerman.Bagi
Schopenhauer, dasar dunia ini transcendental dan bersifat irasional, yaitu
kehendak yang buta Kehendak ini
buta, sebab, sebab desakannya untuk terus-menerus dipuaskan tidak bisa
dikendalikan dan tidak akan pernah terpenuhi. Namun, justru keinginan yang tak
sampai berarti penderitaan. Selanjutnya, menurut dia bahwa kehendak
transendental itu mewujudkan diri dalam miliaran eksistensi kehidupan,
maka hidup itu sendiri merupakan penderitaanJalan keluar yang diusulkan
Schopenhauer ini pun cukup logis. Kalau hidup ini adalah penderitaaan, maka
pembebasan dari penderitaan tersebut tentunya akan tercapai melalui penolakan
kehendak untuk hidup. Konkretnya adalah lewat kematian raga dan bela rasa.
Cara pemikiran Schopenhauer ini
menarik. Namun, tetap saja memiliki kesalahan. Masalah dalam filsafatnya
berkaitan dengan pandangannya atas pengetahuan tentang prinsip
individuasi. Menurut Schopenhauer, berkat pengetahuan inilah manusia sadar
bahwa dirinya adalah sama dengan semua makhluk hidup lain (dasar dari sikap
bela rasa) sehingga dia tidak perlu memutlakkan diri dan keinginannya (dasar
sikap mati raga atau penyangkalan diri). Tanpa pengetahuan ini,
manusia tidak akan mengalami pencerahan dan
tetap berada dalam kegelapan. Anggapan Schopenhauer ini menekankan dua hal,
yaitu bahwa kesadaran manusia terbukti lebih kuat dibandingkan nafsu dan keinginannya, dan
bahwa karena itu ia juga mampu memperhatikan keadaan kepentingan orang lain, di
dalam hal ini berarti bahwa manusia bukanlah makhluk egois sebagai mana yang
dipikirkan oleh Schopenhauer. Namun, jika kesadaraan bisa menguatkan manusia
menyangkal diri dan berbela rasa, bukankah demikian kehendak untuk hidup itu
sendiri bukan merupakan dasar dari segalanya?
Pengaruh
Kendatipun
demikian, pengaruh Scopenhauer dalam perkembangan pemikiran selanjutnya cukup
besar. Ia membuka jalan bagi orang suatupsikologi tentang
alam bawah sadar ala FreudPemikiran
Schopenhauer tentang kehendak untuk hidup di kemudian hari mempengaruhi
filsafatNietzsche tentang kehendak untuk
berkuasa (Der Wille zur Macht)'. Setengah abad kemudian, ajaran
Schopenhauer ini memberikan inspirasi padafilsafat hidup (Vitalisme),
misalnya pada pemikiran Henry Bergson (1859-1941). Selain
itu, ia menghidupkan perhatian dan minat orang Barat pada
studi kesustraan dan agama-agama Timur,
terkhusus Buddhisme.
Daftar
Pustaka
1. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
bebas
2. Mudji Sutrisno dan F. Budi Hardiman. Para Filsuf
Penentu Gerak Zaman. 2005. Jakarta. Penerbit: BPK Gunung Mulia.
3.http:// wikipedia.filsafat.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar